Tag Archives: Syukur

Syukur Bubur

Karena tadi malam lihat di TV ada yang nyanyi

Pagi-pagi Sabu, Tiap Hari Nyabu
Buuuuu… Enak Enak Enak Rasanya
Pagi-pagi Sabu, Tiap Hari Nyabu
Enak Rasanya

Di Kampung, Di Kota, Di Mana Pun Ada
Mudah Didapat… Syeach!
Dokter Pun Tidak Melarang
Karena Tak Merusak Badan

Pagi ini pun menyempatkan nyabu di luar. 😄 Alhamdulillaah, tak semua orang diberi kesempatan untuk merealisasikan apa yang diinginkan dengan cepat. Bersyukur itu mudah. – with Anita

View on Path

Advertisements

Air Mata Ramadhan

image

Tak ada alasan Air mata ini jatuh berkali-kali di malam Ramadhan selain menghitung banyak nya nikmat-Mu yang sering terlupa dan sangat berharga.

Ialah, tetap Engkau izinkan kami sampai saat ini masih berlima dalam keadaan sehat tanpa kurang apapun juga.

Semoga selalu dalam kebersamaan, walau kami seutuhnya hanyalah milik-Mu.

Ya Rabb, tak perlu lah kami sulit untuk mencari alasan untuk bersyukur.

Hanya terkadang, mata kami tertutup, hati kami tak peka, dan raga kami terlalu disibukkan oleh dunia untuk sekedar menterjemah nikmat dari Mu dalam syukur.

Sedang kami lupa, bahwa bentuk syukur tak hanya dengan hamdalah. ~ (Oct. W Ramadhan Syukur,2015)

Posted from WordPress for Android

Tunanetra dengan mata cahaya Qur’an

Dengannya kita dapat melihat ribuan keindahan

Katanya kita mudah banyak mengucap syukur

Anggapannya anugerah termahal dari-Nya

Dialah mata

Sepasang bola mata yang menyempurnakan penciptaan struktur fungsi tubuh kita. Tapi adakah syukur menyertai ketika Allah telah memberikan kesempurnaan? Optimalkah kita menggunakannya? Terutama untuk sekedar bermunajahah kepada-Nya. Rabb yang memiliki keseluruhan dari hidup kita.

Berbicara mengenai mata, fungsi dan keberadaannya. Siang ini rasanya mata ini basah dengan guyuran rintihan air mata perih yang menyayat hati ketika melihat sosok Ustadz Tunanetra bernama Furqon yang di matanya yang tak dapat melihat terpancar cahaya Qur’an.

Matanya seakan melihat dengan sungguh-sungguh, jarinya dengan sigap meraba lembaran kertas panjang dan lebar dan kepala tertunduk menghayati apa yang disenandungkannya. Al-Qur’an!

Suara merdunya menyenandungkan firman-Nya yang begitu indah, padahal matanya tak kunjung terbuka.

Langkah kakinya ragu melangkah tapi mudah saja baginya untuk berangkat ke Masjid Shalat berjama’ah.

Genggaman tangannya dengan pasti menggenggam uang untuk disedekahkan padahal tidak selalu pasti ia akan memilikinya untuk sekedar mencukupi kebutuhan kesehariannya.

Continue reading Tunanetra dengan mata cahaya Qur’an