Tag Archives: Sahabat

Sahabat Terbaik

image

Permata terindah itu bernama Sahabat
Yang terus mengingatkan akan Akherat
Berbagi penuh Nasehat

Kau tak lelah menjabat tangan ini
Meski terkadang aku banyak lupa diri
Tapi dengan senyum kau bangkitkan lagi

Sahabat, kau datang dengan sebaik baiknya Misi
Bersama raih Syurga milik Ilahi Rabbi
Denganku meski terseok tapi terus memperbaiki

Manusia itu pasti pernah merasakan sakit
Tetapi semangatmu tak pernah menyempit
Karena kau selalu isi dengan energy langit

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus
Hanya itu pesan mu yang selalu membius

Untuk Apa kita didunia selain untuk kembali padaNya

Dengan sebaik baiknya Sahabat berbekal hingga bahagia ke Syurga

Advertisements

Yuk Bahagia

image

Katanya, bahagia itu sederhana.

Ibarat mengeja saja, S e d e r h a n a.

Nyatanya tak semudah menyusun 9 huruf menjadi kata.

Katanya, apapun keadaannya itu bisa saja bahagia.

Ibarat, mengukir smile di atas kertas titik dua tambah tutup kurung ๐Ÿ™‚

Nyatanya ada saja yang membuat garis tak semulus lengkung senyum.

Yang semula lapang dapat dengan mudah menyempit.

Yang semakin terhimpit perlu banyak upaya untuk membuatnya lapang.

Ya Muqollibal Qulb Tsabbit Qolbi ‘alaa deenik wa’ala tho’atik.

Karena ukuran dunia takkan ada habisnya, sedang imaji manusia banyak tertipu idealnya dunia.

Lapangkanlah, dengan cita-cita akherat.

#note to myself

(Oct. W, 10/04/16)

Pertemuan Tahun Baru

image

Tak terhitung bentuk rezeki dariNya, tapi syukurku sebatas begitu saja, sedang bentuk syukur itu luas tak hanya lisan semata

Begitu banyak letupan kebahagiaan yang Allah berikan, dipertemukan dengan banyak saudara yang tak terduga Allah merancang cantik kesemuanya di OctoberLife :D.

1 Muharram, 1437 H tahun baru yang penuh pilihan kajian dimana kaki kan melangkah, tetapi pilihan kami berjatuh pada tema cinta lagi ๐Ÿ˜€ “

Dengan basmallah melangkahkan kaki menuju masjid, langsung panitia memintaku untuk mengisi presensi. Tepat di kolom atas kosong aku akan menulis namaku, disana tertera nama yang begitu familiar di telinga maupun di memory terdalam ku.

Nastiti A.N. beralamatkan Kayuringin. Itu adalah nama mbak pejuang di kampus Universitas Airlangga Surabaya kala itu bertahun tahun kami tak jumpa, tapi Qadarulloh, dengan mengucap hamdallah antusias aku masuk masjid, bukan mencari tempat PW (Posisi wenak) Kajian, tapi mataku dan langkahku menelusuri seluruh masjid mencari keberadaan mbakku itu.

Di sudut pojok masjid itu, terlihat muslimah berhijab coklat yang sedang asik melantunkan Quran, berdebar aku menghampirinya ๐Ÿ˜€ dengan memeluknya dan mengucap salam “Assalamu’alaykum mbakkuuuuuu”

Seketika mbak bilang bahwa saat dhuha tadi mbak terpikir, kenapa ga ajak octa untuk ikut kajian juga karena octa domisili Bekasi.

Allah sudah mengatur, bahkan saat kita tak terpikirkan.

Allah telah mempersiapkan waktu terbaik, bahkan ketika kita sudah merencanakan pertemuan sebaik mungkin tapi jika Allah belum berkata saat ini yang terbaik maka kita mesti bersabar.

Allah telah memudahkan, ketika aku hadir dengan 2 motor bersama adik sedang mbak naik angkutan sendiri. Sehingga kami bisa jalan bareng setelah kajian.

Allah, masihkah kami patut curiga atas ketetapanMu?

Ana Zahidah / Octaviana Wulandari,S.KM | Octanasquare

1 Muharram 1437 H, Tahun Baru, 141015
OctoberLife Penuh Cinta

Posted from WordPress for Android