Tag Archives: persaudaraan

Roda Ukhuwah

image

Kini usai sudah segala penantian panjangmu

Setelah kau tetapkan ia menjadi imam dunia akheratmu

Hari itu kau bak permaisuri di jagad raya

Melempar senyum kepada sesiapa yang mengantar do’a

Pun kita berdua turut bahagia

Karena juga kita dapat merasakannya

Selamat menjalankan roda kehidupan yang baru saudariku

Bahagia telah menjadi bagian dari cerita hidupmu ~

Walimatul Ursy, Thiara Tama 270915

Posted from WordPress for Android

Pandailah Berkawan

Suatu pagi di tengah cerah mentari. Semilir angin tak lekang mengisi seruang hati. Teringat akan suatu persaudaraan yang lama dirindu dan terbias oleh waktu. Kemana mereka?

Seakan gayung bersambut, di seberang sana gadget yang bertengger di atas meja bunyi tanda pesan masuk.

Watching people leave is surely hard,but what’s harder is remembering the time when they promised you,they wouldn’t

Isinya, dari kutipan seseorang. Dan maknanya jangan ditanya, begitu tepat dengan hal yang belakangan ini terpikirkan. Bahwa perpisahan adalah keputusan sedang janji adalah harapan. ๐Ÿ˜ฅ

Ada suatu kondisi yang banyak menghantarkan pemikiran ini menyimpulkan suatu makna kesakitan tentang 3 hal saja Persaudaraan, Fitnah, dan Komunikasi.

Terkadang memang menghilang adalah pilihan terbaik, terlebih niat baik tidak selalu dinilai baik. Dan sekalipun tak menghilang, mereka meninggalkan.

Mengakarkan opini yang tidak akan pernah benar, tapi seakan selalu benar. Melibatkan sekali saja dengan niat baik tapi berjamaah dinilai tidak baik, itu sakit!

Benar adanya yang paling tepat adalah menghadirkan ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู sebagai saksi, sedang meluruskan opini manusia tidaklah akan guna, lidah pedang nya sudah menguasai dirinya tanpa sadar.

Lantas siapa yang dapat mengerti perihnya hati ini, yang mungkin dulu tak ada hijab di antara kami. Tapi kini seakan di belakang menusuk tak berhingga maka sekali lagi Rabb Maha Mengetahui isi Hati.

Dengan hanya pertolongan ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู mengobati perihnya hati dengan muhasabah diri, kiranya disampaikan secara langsung lebih ahsan dan menentramkan dibanding masih menautkan dengan berbagai bentuk tulisan.

Tetapi untungnya segala bentuk hisab & penilaian untuk seorang muslim tidaklah semata dari penilaian manusia,tapi penilaianNya lah yang lebih utama apalagi hanya sebatas di ruang sempit yg tak tampak nyata

Jadi teringat pesan ustadz Salim a. Fillah Iman

IMAN menuntunmu menasehati kawan yang keliru. Tapi syaithan membisikkan cara penyampaian yang membuat kalian kian jauh dari kebenaran

Hanya menuliskan kata hati terdalam bahwa hati ini Rindu dengan sahabat shalih/ah,semoga  sahabat shalih/ah menghilang karena sedang sibuk persiapan Ramadhan.

Suplemen untuk saudara yang sedang /pernah terbelenggu dengan lingkaran fitnah.

Posted from WordPress for Android