Tag Archives: Nasehat

Mudik

Merekam sedikit pesan sahabat mengenai sebuah perjalanan, hidup, mati dan tujuan.

A : Jangan jadikan air mata sia-sia hanya untuk perkara dunia yang sementara. Sedang, rencana Allah tentu akan lebih baik dari setiap apa yang kita rencanakan

R : Madep mantep melu gusti Allah

A : Saat ini banyak perkara datang silih berganti, sehingga butuh titik balik diri

R : Bukan titik balik, tapi butuh shalat dan sabar. Penyakit dunia itu hubbudunya bukan?

A : ya, penyakit wahn cinta dunia (hubbudunya) dan takut mati

R : Betul, Seandainya kita tau bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju pulang, tentu kita tak akan takut mati.

A : Karena sesungguhnya yang kita tuju adalah rumah abadi

R : itulah sejatinya “mudik” Adakah org yg bersedih hatinya ketika mudik?

A : Tidak, Namun perjalanan panjang akan sampai rumah itu yang seringkali mengiris hati

R : Jika kendaran, jalan, dan partner kita selama dlm perjalanan baik, kenapa mesti sedih?

A : Mungkin karena itulah sebab muara kesedihan itu datang.

Kemudian kami saling hening dalam angan masing-masing.

Posted from WordPress for Android

Nasehat Sahabat Part 2

Sore itu ada yang spesial yup hunian ini akan spesial jika selalu didatangi tamu-tamu spesial terutama sahabatku satu ini seperti biasa simple, lugas,ย to the pointย dan energik pencinta akademis ๐Ÿ˜€ selalu itu kesan yang tercerminkan jika bertemunyasms masuk sore itu ketika baru saja sampai hunian

N : “ada di kosan ba’da maghrib?”

O : jawabku cepat, “ada :)”

N : “Boleh main? lagi butuh ketenangan”

O : “With pleasure :)”

Ia hadir dengan senyum berkembang seperti biasanya tidak dengan tangan hampa, malam itu kita bercerita ditemani dengan martabak manis legit yang enak betul ๐Ÿ˜€

O : “wih asiik, ini dia yang q cari, belum ketemu martabak manis yang uenak kya gini”

N : “langgananku nih”

O : “bolehlah kapan-kapan gantian aku yang beli”

Selalu ada yang menarik dari setiap pembicaraan, terlebih jika kita dapat memetik hikmahnya it’s called “message”

N : “ini kamar kamu lumayan”

O : “lumayan apa?”

N : “lengkap banget”

O : “wee itu printer pakai uang sendiri dapet hibah dari PKMGT 2010, buat usaha printย canonsquarepantsย n fcopy tuk anak-anak sini” mencoba bela diri

N : “an kira di fasilitasi juga sama ortu”

O : “ga lah, modem juga beli sendiri” bela diri lagi hehe

N : “ya tapi tetep aja ada tv, kipas angin besar, kamar sendiri dll”

O : “iya, alhamdulillah” bersyukur

N : “awas aja kamu…!”

O : “awas apa?”

N : “AWAS KALO GA PINTER KULIAHNYA !!!”

 

Entah apa rasanya, setelah 3 tahun tinggal rasanya baru di kesempatan ini dan satu-satunya saudara yang menasehati iniย rasanya sangat menusuk qalbu dan teringat semua perjuangan orang tua.. bayangkan saja yang menasehati ini mawapres di fakultasnya,ย mahasiswa student exchange ke luar negeri 1 semester, mahasiswa yang aktif diberbagai ormawa dan ajang lomba akademik.rasanya sangat kecil, dan refleksi diri yang begitu besar.. Alhamdulillah masih ada yang menasehati,ย how about you?ย masih bangga menghabiskan uang orang tua dengan semena-mena? demi memenuhi kesenangan pribadi minta, minta, minta?

REFLEKSIKAN diri!!!