Tag Archives: Kesehatan

The Simple Way to be Healthy

“Kelelahan adalah batas kemampuan otot dan sistem persyarafan untuk bekerja”

 Berbicara mengenai kelelahan berdasarkan pengertian di atas ternyata kelelahan yang kita rasakan memiliki arti, bukan sekedar efek dari kerja yang berlebihan melainkan berfungsi sebagai alarm bahwa tubuh kita butuh istirahat, right ? Nah that’s why do we need to understand ERGONOMIC.

Sebelumnya sudah ada yang tau? Apa itu ergonomi dan apa urgensi memahami ergonomi. Kali ini saya akan share kembali ilmu yang didapat dari kelimuan yang tiada duanya 🙂 PUBLIC HEALTH.

Ergonomi berasal dari bahasa yunani, Ergo yaitu kerja dan Nomos yaitu aturan. Sehingga Ergonomi adalah aturan dalam pekerjaan. Mengapa dalam pekerjaan dibutuhkana aturan?

a.  Tidak ada pekerjaan tanpa risiko 

Sebagai contoh, teller bank sebelum adanya money counter memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya kapal jari atau lebih dikenal Numbness dan dapat juga menyebabkan tremor karena dalam satu hariteller dapat menghitung uang dengan manual berkali-kali (menggunakan otot yang sama berulang 2x per menit dapat menyebabkan kerusakan). Duduk terlalu lama selama bekerja juga dapat menyebabkan LBP atau Low Back Pain. Dan pernah dengar juga pension singkat, alias pasca pension diburu berbagai penyakit yang merenggut nikmat sehatnya sehingga banyak pula yang tidak dapat survive. Hal tersebut adalah gambaran mengenai betapa minimnya ergonomic terapan dalam pekerjaan kita. 

b. Pekerjaan yang tidak ergonomis cenderung menghasilkan efek negative

Pekerjaan yang tidak ergonomis menyebabkan ketidaknyamanan, biaya tinggi, penurunan performa, efisiensi, daya kerja dan kecelakaan.

Dari penjelasan di atas maka telah jelas bahwa tujuan dari Ergonomi adalah untuk Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental ,  mengupayakan promosi dan kepuasan kerja.

Kembali pada pekerjaan maka tak salah dengan pepatah yang sering kita dengar “The Right Man on The Right Place” dalam hal ergonomic hal inilah yang diterapkan How to fit the job to the worker not How to Fit the worker to the job.

Did u get the point? 🙂 

Sering merasa bosan dalam pekerjaan? Stress sehingga jadi galau ? Simak ini…

“Stress dalam pekerjaan adalah Rasio antara tuntutan pekerjaan dengan work capacity tidak seimbang”

Jawabannya ada di Konsep kesimbangan Ergonomi

a.  Jika tuntutan tugas > kemampuan kerja –> Over stress, discomfort, lelah, cidera, celaka, sakit dan produktivitas menurun

b.  Jika tuntutan kerja < kemampuan kerja –> understress, bosan, lesu, tidak produktif

Harapannya adalah antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan tugas seimbang sehingga tercapainya performa yang optimal. Inilah tugas ergonomic, How then?

Salah satu caranya adalah pengorganisasian kerja menyangkut waktu kerja, shift kerja, kerja lembur, system kerja harian maupun borongan.

Jam kerja yang berlebih -> kerja lembur di luar batas akan mempercepat kelelahan sehingga menurunkan ketepatan dan kecepatan kerja -> tubuh perlu keseimbangan yang ritmis antara asupan energy dan istirahat.

Tujuan istirahat juga ternyata sangat mulia lho, yaitu mencegah terjadinya kelelahan, pemulihan atau penyegaran dan memberi kesempatan waktu kontak social dan spiritual. Istirahat pendek dengan sedikit kudapan di tengah-tengah 4 jam pertama dan kedua selama 8 jam pekerjaan dapat mengembalikan fungsi tubuh yang lelah menjadi segar kembali, jadi jika dapat makanan kudapan ketika jam kerja jangan dibawa pulang ya 😀 *habiskan saat itu juga

Sudah banyak perusahaan yang telah menerapkan ergonomic namun sayangnya penerapan tidak diimbangi dengan peningkatan pengetahuan pekerja mengenai urgensi penerapan ergonomic, sehingga masih banyak yang ditinggalkan oleh pekerja.

Sebagai contoh, pada buruh pabrik yang bekerja selama 8 jam berdiri tanpa henti melakukan proses produksi. Pabrik tersebut sudah menerapkan ergonomic dengan cara memberikan stretching time dengan pemandu. Kebayang? Jadi pada waktu tertentu selama 15 menit proses produksi dalam pabrik tersebut dihentikan kemudian dinyalakan music senam dan satu pemandu agar pekerja mengikuti gerakan pemandu. Namun, apa yang terjadi? Pekerja tidak semua antusias mengikuti pemandu, melainkan waktunya dibuat mengobrol dan yang mengikuti gerakan pemandu pun tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga stretching yang diharapkan dapat relaksasi otot yang sudah lelah tidak dapat maksimal.

 Ada lagi contoh perusahaan yang sudah berhasil dalam menerapkan ergonomic dengan cara memberikan rangsangan auditorial kepada pekerja agar membawa suasana happy pada pekerja dengan harapan pekerja dapat meningkatkan produktivitas. Namun, ada yang menarik untuk memberikan music dalam ruang kerja tidak semata langsung menerapkan, melainkan melalui penelitian. Begini ceritanya, terdapat ruang kerja A, B, C kemudian diberikan genre music yang berbeda. Ruang kerja A diberikan genre music POP, B dengan genre music Dangdut dan C dengangenre Rock. Ternyata hasil produksi yang berasal dari ke tiga ruang kerja tersebut berbeda signifikan dan dapat disimpulkan bahwa produk terbanyak yang dihasilkan dalam waktu yang sama dan jumlah pekerja yang sama ada di ruang B dengan genre music Dangdur. Sehingga untuk mencapai produktivitas tinggi perusahaan menerapkan hasil penelitian tersebut dengan memberikan music ber genre POP di ketiga ruang kerja. Menarik bukan ?

Masih banyak lagi ergonomic yang lainnya yang perlu diketahui seperti cara bekerja ergonomic dalam pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi maupun rendah, dalam posisi duduk atau berdiri dan lainnya. 🙂

 Ergonomi is need to know , not nice to know.

Feel Free for clicking this Video Ergonomic Applied

 

 


 

Advertisements

Photography

Fotografi adalah seni membekukan waktu

Ini dia mata kuliah dari Kesehatan Masyarakat yang tidak kalah penting, siapa sangka kamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat mendapatkan kuliah fotografi, lho kok bisa? iya karena fotografi termasuk penunjang Mata Kuliah FKM yaitu Promosi Kesehatan. Interesting bukan? 🙂

Pertama mendengar bahwa akan ada perkuliahan fotografi selintas teringat dengan pelajaran di SMA lalu , Bonlap namanya di kelas 1 kami SMA N 1 Tambun Selatan telah mendapatkan kelas fotografi bahkan dengan praktik lapangan semua siswa harus mampu mengoperasikan DSLR dan mengambil gambar dengan mahasiswa ujicoba saat itu yang mengendarai motor, berjalan ,berlari atau bahkan sekedar memotret benda statis 🙂 dan hebatnya lagi kami juga mengadakan pameran foto yang berhasil didapatkan siswa yang termasuk baik saat pembelajaran.

Namun sayang, seakan lupa saya tidak pernah mempraktikan keilmuan tersebut lagi. Dan saatnya kini kembali ketika dituntut untuk memahami Promosi Kesehatan lebih lanjut dengan bagaimana kita mengemas info kesehatan sebagai media penyuluhan, komunikasi, informasi dan edukasi semuanya harus dipahami dan juga dipraktikan dan mulai dari awal apa sih fotografi itu??

Pengertian paling menarik bagi saya, fotografi adalah seni membekukan waktu 😀 memotret masa yang di saat nanti semua telah berlalu foto tersebut dapat membawa kita terhadap kenangan masa yang terlintas.

Fotografi itu Fun dan mudah, lugas dosen tamu saya yang merupakan fotografer handal dan merupakan founder dari komunitas fotografi di Jawa Timur itu menegaskan.

Lanjutnya fotografer yang baik adalah ketika hasilnya dapat memiliki stopping power bagi yang melihatnya. Apa maksudnya? Ketika kita memotret suatu objek dan mepublish di ruang publik maka seketika ada orang yang melalui poster tersebut akan berhenti untuk sekedar melihat dan penasaran mengetahui lebih lanjut apa sih isi poster yang menarik ini.

Menyenangkan bukan?

Start small action Now

Thalasemia

Thalasemia Bulletin

Deteksi dini thalasemia , untuk mempersiapkan generasi terbaik Negeri.

Apa hubungannya generasi terbaik dengan deteksi dini thalasemia?  Singkat cerita thalassemia ini ditemukan di laut tengah (1936) hal itulah yang mendasari terbentuknya nama thalassemia. Thalasemia berasal dari katathalasa yang artinya laut dan haemia yang berarti darah. Thalassemia merupakan penyakit genetik atau keturunan terbesar yang sampai saat ini Indonesia belum mampu mengatasinya secara optimal, bayangkan saja frekuensi gen thalasemia di Indonesia sebesar 3%-10% yang dalam hal ini akan menyebabkan kelahiran bayi Indonesia sebanyak >2000 memiliki bawaan thalasemia per 1 tahun. Hal ini diakibatkan oleh bertemunya 2 pasangan suami istri yang sama-sama membawa thalassemia trait. 

Thalasemia merupakan salah satu bentuk dari anemia, akan tetapi penderita anemia bukan bererti merupakan penderita thalasemia. Thalassemia adalah keadaan dimana sel darah dalam tubuh tidak dapat bertahan lama, yaitu hanya berumur <120. Hal ini disebabkan oleh ikatan globin dari sel darah dalam tubuh tidak rekat dan cenderung hancur atau mati oleh karena itu penderita thalassemia perlu perlakuan Transfusi Darah, berapa lama? SEUMUR HIDUP

Mengerikan bukan?

Transfusi darah merupakan kebutuhan untuk penderita thalassemia setiap bulan sekali atau bahkan beberapa kali dalam satu bulan, hal ini juga didasari dengan pemeriksaan Hb secara berkala untuk mengetahui tingkat kebutuhan transfusi darah dalam kurun waktu tertentu.

Seperti salah satu pasien di Rumah Sakit Dr. Soetomo, penderita thalasemia termuda adalah bayi <1 tahun yang berarti bayi tersebut sudah harus melakukan transfuse darah sejak <1tahun hingga seumur hidupnya untuk dapat survive. Limpa yang terus membesar, sehingga perut tampak buncit juga dapat menjadi kendala aspek social seseorang penderita thalasemia untuk bergaul di masyarakat.

Ciri Balita Thalasemia

  1. Tidak memiliki pangkal hidung
  2. Terdapat icterus atau subikterus
  3. Hepatosplenomegali
  4. Memiliki struktu mozaik, tulang osteoporosis
  5. Terdapat hairs on end yaitu hasil rontgen kepala terdapat bulu halus mengelilingi tengkorak
  6. Jantung Membesar

 Penatalaksanaan

  1. Transfusi darah seumur hidup
  2. Mencegah hemosiderosis (iron overload) , Fe yang berlebihan di dalam tubuh akan membuat beberapa organ tubuh penderita timbul karat.
  3. Splenektomi yaitu pengangkatatan limpa
  4. Nasehat pra perkawinan dan kelahiran

Sayangnya, tidak ada ciri-ciri fisik yang dapat melihat bedanya orang yang normal dengan pembawa thalassemia trait, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali dengan check ur blood.

Tidak ada alasan untuk tidak berhati-hati, daripada menyesal di kemudian hari

Manusia hanya sebatas ikhtiar, Namun ingat hanya Allah Yang Maha Menentukan

🙂 Keep Healthy


Reportase Talk Show Cegah Thalasemia Mayor @Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga