Tag Archives: Health

Dialog Nasional Festival Gendongan

Karena menggendong bukan asal templok, ada ilmunya ada seninya demi persembahan untuk si buah hati tercinta ^_^

Begitulah rasanya untuk setiap new mom, setiap detail untuk anaknya menjadi bagian terpenting yang harus dipelajari tak ketinggalan mengenai gendongan. Alhamdulillaah dalam perjalanan mencari ilmu ketemu juga dengan komunitas penggendong yang kece yang dengan cuma cuma secara aktif membagi ilmu untuk mendekap sayang sang buah hati dengan benar, dari kain jarik tradisional hingga gendongan segala macam masa kini (yang saat ini saya pun masih belum hafal namanya ūüėÄ ) tidak mengurangi fungsi yaitu menggendong dengan benar, diberikan di komunitas yang sudah banyak emak new mom tahu saat ini Indonesian Babywearers. | Instagram Indonesianbabywearers

Dengan memanfaatkan yang ada di rumah, jarik pun bisa digunakan untuk menggendong dengan benar, mengikuti Prinsip TICKS dan M Shape seperti yang dijelaskan secara lengkap di Blog Indonesian Babywearers

Shanum dan Aufa
Gembira Loka, Yogyakarta

Nah untuk mom yang mau tahu lebih banyak, ada acara seru dalam waktu dekat. Tahu ilmunya, mau menerapkan ilmunya dan langsung belajar dengan pakarnya. Materi ini akan diberikan oleh Inggrid Damayanti Thomas, Lulusan School of Babywearing UK dan dihadiri oleh Tenaga Kesehatan, Praktisi Parenting, Praktisi Anak, Akademisi, Komunitas Menggendong dan Kalangan umum lainnya.

baby.JPG

For further Information, just ask and register to

baby.JPG

Advertisements

The Simple Way to be Healthy

“Kelelahan adalah batas kemampuan otot dan sistem persyarafan untuk bekerja”

¬†Berbicara mengenai kelelahan berdasarkan pengertian di atas ternyata kelelahan yang kita rasakan memiliki arti, bukan sekedar efek dari kerja yang berlebihan melainkan berfungsi sebagai¬†alarm¬†bahwa tubuh kita butuh istirahat,¬†right¬†? Nah¬†that’s why do we need to understand ERGONOMIC.

Sebelumnya sudah ada yang tau? Apa itu ergonomi dan apa urgensi memahami ergonomi. Kali ini saya akan¬†share¬†kembali ilmu yang didapat dari kelimuan yang tiada duanya ūüôā PUBLIC HEALTH.

Ergonomi berasal dari bahasa yunani, Ergo yaitu kerja dan Nomos yaitu aturan. Sehingga Ergonomi adalah aturan dalam pekerjaan. Mengapa dalam pekerjaan dibutuhkana aturan?

a.  Tidak ada pekerjaan tanpa risiko 

Sebagai contoh, teller bank sebelum adanya money counter memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya kapal jari atau lebih dikenal Numbness dan dapat juga menyebabkan tremor karena dalam satu hariteller dapat menghitung uang dengan manual berkali-kali (menggunakan otot yang sama berulang 2x per menit dapat menyebabkan kerusakan). Duduk terlalu lama selama bekerja juga dapat menyebabkan LBP atau Low Back Pain. Dan pernah dengar juga pension singkat, alias pasca pension diburu berbagai penyakit yang merenggut nikmat sehatnya sehingga banyak pula yang tidak dapat survive. Hal tersebut adalah gambaran mengenai betapa minimnya ergonomic terapan dalam pekerjaan kita. 

b. Pekerjaan yang tidak ergonomis cenderung menghasilkan efek negative

Pekerjaan yang tidak ergonomis menyebabkan ketidaknyamanan, biaya tinggi, penurunan performa, efisiensi, daya kerja dan kecelakaan.

Dari penjelasan di atas maka telah jelas bahwa tujuan dari Ergonomi adalah untuk Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cidera dan penyakit akibat kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental ,  mengupayakan promosi dan kepuasan kerja.

Kembali pada pekerjaan maka tak salah dengan pepatah yang sering kita dengar ‚ÄúThe Right Man on The Right Place‚Ä̬†dalam hal ergonomic hal inilah yang diterapkan¬†How to fit the job to the worker not How to Fit the worker to the job.

Did u get the point?¬†ūüôā¬†

Sering merasa bosan dalam pekerjaan? Stress sehingga jadi galau ? Simak ini…

‚ÄúStress dalam pekerjaan adalah Rasio antara tuntutan pekerjaan dengan¬†work capacity¬†tidak seimbang‚ÄĚ

Jawabannya ada di Konsep kesimbangan Ergonomi

a.¬† Jika tuntutan tugas > kemampuan kerja –> Over stress, discomfort, lelah, cidera, celaka, sakit dan produktivitas menurun

b.¬† Jika tuntutan kerja < kemampuan kerja –> understress, bosan, lesu, tidak produktif

Harapannya adalah antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan tugas seimbang sehingga tercapainya performa yang optimal. Inilah tugas ergonomic, How then?

Salah satu caranya adalah pengorganisasian kerja menyangkut waktu kerja, shift kerja, kerja lembur, system kerja harian maupun borongan.

Jam kerja yang berlebih -> kerja lembur di luar batas akan mempercepat kelelahan sehingga menurunkan ketepatan dan kecepatan kerja -> tubuh perlu keseimbangan yang ritmis antara asupan energy dan istirahat.

Tujuan istirahat juga ternyata sangat mulia lho, yaitu mencegah terjadinya kelelahan, pemulihan atau penyegaran dan memberi kesempatan waktu kontak social dan spiritual.¬†Istirahat pendek dengan sedikit kudapan di tengah-tengah 4 jam pertama dan kedua selama 8 jam pekerjaan dapat mengembalikan fungsi tubuh yang lelah menjadi segar kembali, jadi jika dapat makanan kudapan ketika jam kerja jangan dibawa pulang ya ūüėÄ *habiskan saat itu juga

Sudah banyak perusahaan yang telah menerapkan ergonomic namun sayangnya penerapan tidak diimbangi dengan peningkatan pengetahuan pekerja mengenai urgensi penerapan ergonomic, sehingga masih banyak yang ditinggalkan oleh pekerja.

Sebagai contoh, pada buruh pabrik yang bekerja selama 8 jam berdiri tanpa henti melakukan proses produksi. Pabrik tersebut sudah menerapkan ergonomic dengan cara memberikan stretching time dengan pemandu. Kebayang? Jadi pada waktu tertentu selama 15 menit proses produksi dalam pabrik tersebut dihentikan kemudian dinyalakan music senam dan satu pemandu agar pekerja mengikuti gerakan pemandu. Namun, apa yang terjadi? Pekerja tidak semua antusias mengikuti pemandu, melainkan waktunya dibuat mengobrol dan yang mengikuti gerakan pemandu pun tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga stretching yang diharapkan dapat relaksasi otot yang sudah lelah tidak dapat maksimal.

 Ada lagi contoh perusahaan yang sudah berhasil dalam menerapkan ergonomic dengan cara memberikan rangsangan auditorial kepada pekerja agar membawa suasana happy pada pekerja dengan harapan pekerja dapat meningkatkan produktivitas. Namun, ada yang menarik untuk memberikan music dalam ruang kerja tidak semata langsung menerapkan, melainkan melalui penelitian. Begini ceritanya, terdapat ruang kerja A, B, C kemudian diberikan genre music yang berbeda. Ruang kerja A diberikan genre music POP, B dengan genre music Dangdut dan C dengangenre Rock. Ternyata hasil produksi yang berasal dari ke tiga ruang kerja tersebut berbeda signifikan dan dapat disimpulkan bahwa produk terbanyak yang dihasilkan dalam waktu yang sama dan jumlah pekerja yang sama ada di ruang B dengan genre music Dangdur. Sehingga untuk mencapai produktivitas tinggi perusahaan menerapkan hasil penelitian tersebut dengan memberikan music ber genre POP di ketiga ruang kerja. Menarik bukan ?

Masih banyak lagi ergonomic yang lainnya yang perlu diketahui seperti cara bekerja ergonomic dalam pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi maupun rendah, dalam posisi duduk atau berdiri dan lainnya. ūüôā

 Ergonomi is need to know , not nice to know.

Feel Free for clicking this Video Ergonomic Applied