Photography

Fotografi adalah seni membekukan waktu

Ini dia mata kuliah dari Kesehatan Masyarakat yang tidak kalah penting, siapa sangka kamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat mendapatkan kuliah fotografi, lho kok bisa? iya karena fotografi termasuk penunjang Mata Kuliah FKM yaitu Promosi Kesehatan. Interesting bukan? 🙂

Pertama mendengar bahwa akan ada perkuliahan fotografi selintas teringat dengan pelajaran di SMA lalu , Bonlap namanya di kelas 1 kami SMA N 1 Tambun Selatan telah mendapatkan kelas fotografi bahkan dengan praktik lapangan semua siswa harus mampu mengoperasikan DSLR dan mengambil gambar dengan mahasiswa ujicoba saat itu yang mengendarai motor, berjalan ,berlari atau bahkan sekedar memotret benda statis 🙂 dan hebatnya lagi kami juga mengadakan pameran foto yang berhasil didapatkan siswa yang termasuk baik saat pembelajaran.

Namun sayang, seakan lupa saya tidak pernah mempraktikan keilmuan tersebut lagi. Dan saatnya kini kembali ketika dituntut untuk memahami Promosi Kesehatan lebih lanjut dengan bagaimana kita mengemas info kesehatan sebagai media penyuluhan, komunikasi, informasi dan edukasi semuanya harus dipahami dan juga dipraktikan dan mulai dari awal apa sih fotografi itu??

Pengertian paling menarik bagi saya, fotografi adalah seni membekukan waktu 😀 memotret masa yang di saat nanti semua telah berlalu foto tersebut dapat membawa kita terhadap kenangan masa yang terlintas.

Fotografi itu Fun dan mudah, lugas dosen tamu saya yang merupakan fotografer handal dan merupakan founder dari komunitas fotografi di Jawa Timur itu menegaskan.

Lanjutnya fotografer yang baik adalah ketika hasilnya dapat memiliki stopping power bagi yang melihatnya. Apa maksudnya? Ketika kita memotret suatu objek dan mepublish di ruang publik maka seketika ada orang yang melalui poster tersebut akan berhenti untuk sekedar melihat dan penasaran mengetahui lebih lanjut apa sih isi poster yang menarik ini.

Menyenangkan bukan?

Start small action Now

Thalasemia

Thalasemia Bulletin

Deteksi dini thalasemia , untuk mempersiapkan generasi terbaik Negeri.

Apa hubungannya generasi terbaik dengan deteksi dini thalasemia?  Singkat cerita thalassemia ini ditemukan di laut tengah (1936) hal itulah yang mendasari terbentuknya nama thalassemia. Thalasemia berasal dari katathalasa yang artinya laut dan haemia yang berarti darah. Thalassemia merupakan penyakit genetik atau keturunan terbesar yang sampai saat ini Indonesia belum mampu mengatasinya secara optimal, bayangkan saja frekuensi gen thalasemia di Indonesia sebesar 3%-10% yang dalam hal ini akan menyebabkan kelahiran bayi Indonesia sebanyak >2000 memiliki bawaan thalasemia per 1 tahun. Hal ini diakibatkan oleh bertemunya 2 pasangan suami istri yang sama-sama membawa thalassemia trait. 

Thalasemia merupakan salah satu bentuk dari anemia, akan tetapi penderita anemia bukan bererti merupakan penderita thalasemia. Thalassemia adalah keadaan dimana sel darah dalam tubuh tidak dapat bertahan lama, yaitu hanya berumur <120. Hal ini disebabkan oleh ikatan globin dari sel darah dalam tubuh tidak rekat dan cenderung hancur atau mati oleh karena itu penderita thalassemia perlu perlakuan Transfusi Darah, berapa lama? SEUMUR HIDUP

Mengerikan bukan?

Transfusi darah merupakan kebutuhan untuk penderita thalassemia setiap bulan sekali atau bahkan beberapa kali dalam satu bulan, hal ini juga didasari dengan pemeriksaan Hb secara berkala untuk mengetahui tingkat kebutuhan transfusi darah dalam kurun waktu tertentu.

Seperti salah satu pasien di Rumah Sakit Dr. Soetomo, penderita thalasemia termuda adalah bayi <1 tahun yang berarti bayi tersebut sudah harus melakukan transfuse darah sejak <1tahun hingga seumur hidupnya untuk dapat survive. Limpa yang terus membesar, sehingga perut tampak buncit juga dapat menjadi kendala aspek social seseorang penderita thalasemia untuk bergaul di masyarakat.

Ciri Balita Thalasemia

  1. Tidak memiliki pangkal hidung
  2. Terdapat icterus atau subikterus
  3. Hepatosplenomegali
  4. Memiliki struktu mozaik, tulang osteoporosis
  5. Terdapat hairs on end yaitu hasil rontgen kepala terdapat bulu halus mengelilingi tengkorak
  6. Jantung Membesar

 Penatalaksanaan

  1. Transfusi darah seumur hidup
  2. Mencegah hemosiderosis (iron overload) , Fe yang berlebihan di dalam tubuh akan membuat beberapa organ tubuh penderita timbul karat.
  3. Splenektomi yaitu pengangkatatan limpa
  4. Nasehat pra perkawinan dan kelahiran

Sayangnya, tidak ada ciri-ciri fisik yang dapat melihat bedanya orang yang normal dengan pembawa thalassemia trait, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali dengan check ur blood.

Tidak ada alasan untuk tidak berhati-hati, daripada menyesal di kemudian hari

Manusia hanya sebatas ikhtiar, Namun ingat hanya Allah Yang Maha Menentukan

🙂 Keep Healthy


Reportase Talk Show Cegah Thalasemia Mayor @Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga

 

Preparation for being Super Mom

“Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan”

Itulah pepatah yang sering kita dengar, dan memang that’s show us for being great we’ve to prepare first. Namun pernahkah kita memikirkan sedikit saja mengenai persiapan untuk menjadi keluarga super dengan mempersiapkan generasi terbaik kita? 😀 *berat ini bahasannya .. Yup setidaknya kita sama-sama tahu bahwa hal ini adalah PENTING guys.

Pelajaran kuliah hari ini adalah mengenai Program Gizi Bumil namun sekali lagi ilmu kehidupan adalah ilmu yang tak dapat terbayarkan berapapun harganya. Banyak yang akan didapat dan tentu saja untuk diamalkan yang semula tidak tahu menjadi tahu dan akhirnya mau untuk dilakukan untuk kebaikan diri maupun yang lain. *bukan maksud ceramah .. check this out

Program Gizi Bumil

Gizi merupakan hal yang masih menjadi PR bagi teknisi kesehatan, mengapa ? karena bermula dari asupan gizi inilah kita dapat terbebas maupun terjangkit oleh penyakit. Dan satu lagi yang perlu kita ingat, AKI atau Angka Kematian Ibu di Indonesia sampai saat ini masih sangat tinggi faktor penyebabnya tentu sangat kompleks dan terutama adalah gizi bumil yang tak dapat memenuhi kebutuhan Ibu maupun janin.
Nah, adapun penyebab langsung AKI yaitu

a. Pendarahan : disebabkan kebanyakan karena ibu anemia.

b. Infeksi : faktor pendukung karena ibu anemia.

c. Keracunan kehamilan (eklampsia) : terutama karena hipertensi yang mengakibatkan ibu kejang dan jika telat diberi perlakuan maka akan terjadi perdarahan otak. Faktor risiko dari perdarahan adalah bumil yang telah melahirkan sebanyak >7 anak. 

Nah, mengerikan juga kan? ternyata kelahiran pun tidak mudah masih banyak kemungkinan yang terjadi akibat kita tidak aware dan care pada janin. Bagaimana mengatasinya? tentu saja dengan deteksi awal pemeriksaan kehamilan dan konsultasi kepada Bidan maupun dokter. 

Masalah

Masalah yang sering terjadi adalah justru dari beberapa pihak keluarga 

a. Ibu dan keluarga tidak mengenal kemungkinan penyakit yang akan terjadi selama kehamilan

b. Ibu tidak peka akan tanda-tanda kelahiran, hal ini disebabkan mobilitas ibu yang tinggi kerapkali tidak peka dan tanda kelahiran. Tanda kelahiran meliputi nyerinya di pinggul selama 5×1 menit, jika sudah terjadi selama 30 menit maka segera berangkat meminta pertolongan. Hal ini pula biasanya terdapat penghalang yaitu karena decision maker Mertua maupun ibu.

c. Ibu tidak mendapat fasilitas yang memadai, banyak faktor yang menjadi sebabnya yaitu dokter tidak di tempat, alat belum di sterilkan,dll

Padahal seperti yang sering terjadi akibat dari keterlambatan tersebut adalah Air fluksus pecah dan membuka jalan lahir,apa artinya?
Cairan fluksus merupakan tanda kelahiran yang akan membuka jalan lahir yang semestinya keluar bersamaan dengan bayi, namun bila pertolongan telat maka cairan tersebut habis lebih dulu dan jalan lahir akan kering dan timbul gesekan yang luar biasa antara jalan lahir dengan bayi yang sering membuat infeksi.
cukup menakutkan bukan? hal ini pula yang mengharuskan para imam keluarga sedia di minggu ke 36 tanda kelahiran akan datang. walaupun tidak stay at home paling tidak tanggap dan sedia ya..? 🙂

Berhubungan dengan Gizi sekarang, kenapa  sih kita perlu persiapan gizi

Jauh sebelum hamil ternyata mempunyai efek signifikan terhadap 

kesehatan jangka panjang bagi bayi dan ibu.

Got the point? yup, janin dalam kandungan tidak hanya mengalami tumbuh kembang melainkan programming keadaan kesehatannya untuk masa depan. Dan itu semua based on tercukupnya atau tidak kebutuhan janin dalam kandungan, jika tidak maka jangan salahkan bila ada failed programming yang menyebabkan bayi mengalami berbagai kekurangan ataupun indikasi kesehatan yang terganggu di masa dewasanya. Diabetes, Kanker Pyudara, Obesitas, Hipertensi, Kelainan Jantung maupun kecerdasan otak.

Janin kurang gizi akan menyesuaikan pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya terhadap asupan gizi yang masuk melalui ibunya

 Capture

Jika fungsi hati tidak optimal maka kemampuan hati mencerna kolesterol pun akan terhambat, akibatnya tubuh secara otomatis memproduksi kolesterol walaupun diet sudah dilakukan nah tentu kita tahu kolesterol tinggi menyebabkan apa? yup penyakit jantung atau stroke.

 s

Itulah salah satu sebab obesitas yang ternyata bukan kesalahan karena kebiasaan makan semata, ternyata memang ada yang sudah ter setting di pusat orak sejak masih dalam kandungan, maka jangan heran kalau melihat anak yang mungkin daya tampung makanannya berbeda dengan kita 10x lipat.

Luar biasa bukan? Perlu disiapkan sejak dini, kapan? sekarang tentunya 🙂 makan dengan gizi seimbang dan hindari junk food .

 

 

Ana Zahidah