Toa

Aku lihat sebelah kiri, kamu lihat sebelah kanan ya sebentar lagi datang.

Obrolan 2 orang anak laki-laki di depan rumah di tengah rintik hujan yang sedang menanti, sambil menghitung koin yang mereka pegang masing-masing.

Aku 2, kamu berapa?

Aku satu saja

Ku amati, siapa yang hendak lewat dan dinanti anak-anak itu? ah pikirku pendek, suara dari dalam mobil menggunakan pengeras suara siapa lagi kalau bukan Tahu bulat digoreng dadakan, oh anak-anak itu hendak membeli tahu bulat, pantas saja dingin begini emang enaknya makan yang hangat.

Dengan riang wajah anak-anak itu bersahutan Yeay sebentar lagi datang, aku duluan ya! mereka saling berebut

Suara dibalik mobil itu semakin terdengar, dan aku amati kembali tidak ada kata tahu dibaliknya ternyata tebakan ku salah.

Mereka menanti kotak berjalan yang diiringi dari suara di dalam mobil untuk pembangunan masjid. Dan mereka memberikan nya secara langsung ke dalam kotak amal dengan suka cita.

Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا مَاتَ اْلإنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أوْ عِلْمٌ يَنْتَفِعُ بِهِ أوْ وَلَدٌ صَالحٌِ يَدْعُوْ لَهُ.

Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. (Shahih Bukhari, 7/247, 6514 dan Shahih Muslim, 3/1016, 1631.)

Lantas aku berpikir sejenak, kapan aku bersedekah dengan diiringi hati yang riang?

Advertisements