Nak

Nak,

Suatu hari nanti kamu dapat membaca ini dengan cinta.

Semenjak Allah menitipkanmu dalam rahim Ibu, Ayah yang pertama membacakan shalawat dalam perut ibu.

Setiap pagi Ayah tak lupa untuk menyapamu, menanyakan kabarmu dalam rahim Ibu dan berdo’a untuk kesehatanmu.

Bahkan Ayah yang kerapkali ingatkan Ibu untuk selalu mengajakmu bicara Nak.

Nak, kamu adalah anugerah dari Allah untuk kami berdua.

Ayah seringkali menatap Ibu dengan mengatakan, “Begitu baiknya Allah dengan kita, nikmat yang terus menerus Allah anugerahkan, sudah cukupkah kita bersyukur”

 In syaa Allah, Ibu selalu bersyukur dengan mencoba untuk tidak mengeluh sakit, pegal, sesak dengan membawamu 41 minggu dalam rahim Ibu. Meski Ibu kerapkali merintih di tengah malam karena pegal seluruh badan, dan Ayahmu terbangun dengan sabar sambil mengajak Ibu untuk istighfar, “Astaghfirullah, jangan mengeluh sayang ganti dengan ucapan istighfar” dan Ibu berkali kali menitikan air mata tidak lagi karena pegal di badan Ibu, namun terharu dengan bimbingan Ayahmu Nak.

Nak, kelak kamu lahir dan dewasa nanti jangan lupa untuk berterimakasih kepada Ayah. Teladani Ayahmu dalam kesabarannya dalam mencintai dan memberi.

Ibumu, 21 weeks 3 days

27 Desember 2016

Dan tepat hari di tanggal ini bulan lalu, 6 Mei 2017 kau terlahir di dunia setelah 12 jam ibu merasakan gelombang cinta itu Nak, kita saling bekerja sama untuk saling menguatkan. Tetapi maaf, Ibu tetap saja terus mengaduh tiap kau mencoba untuk membuka jalan itu. Ayah ada di samping Ibu nak, dengan sekuat tenaga Ibu memeluk Ayah mencoba mengalihkan rasa yang baru saja ibu tahu rasanya, rasa seorang Ibu yang mempertaruhkan energinya demi si buah hati, rasa dimana Ibu sudah ikhlas atas semua yang akan terjadi Nak. Bahkan Ayah pun sempat meninggalkan Ibu sesaat untuk berdo’a agar Ibu kuat. Dan saat itulah suara takbir menggema, Ibu bertakbir seketika Allahu Akbar saat mendengar tangismu Nak. Alhamdulillaah ‘alaa kulli haal tepat jam 21.00 kau hadir di tengah kita, dan Ibu sudah lega kau terlahir dengan sehat meski perjuangan Ibu belum selesai bahkan sesaat kau lahir.

Shanum, putri pertama kami. Itu mengapa Ayah sangat menginginkan anak pertama adalah Perempuan. Kelak ketika kau menjadi tumbuh dapat menjadi teman setia bercerita Ibu. Menjadi super team yang dapat mengisi rumah kita dengan kehangatan, untuk menjadi teladan bagi adikmu kelak. Dengan kehadiranmu Ibu juga mengerti dengan ucapan “Ibu told me that she will give the best for me in everything without any exception”. Mulai saat ini kami akan menjaga amanah dari Allah, putri yang Allah berikan tepat 10 bulan setelah Ayah dan Ibu menikah.

Barakallahu fii umrik, Anakku. 1 month old, Shanum Almaheyra Azami.Screenshot_2017-06-06-08-49-57-529_com.miui.videoplayer

Advertisements