Tahun Baru Manis

Seperti biasa, di pagi hari yang cerah

Kamu yang selalu terlihat lebih rapi dan sudah harum mewangi, sedang aku masih dengan pakaian tidur yang lusuh dan wajah seadanya dengan suara yang serak dan badan setengah lemah yang belum pulih bugar kembali.

edit.jpg

Kita sedang duduk berdua, menikmati sarapan di tengah rintik hujan pagi. Kamu memelukku sambil berkata “Sekarang beda deh kalau mandangi kamu”. Pikirku melayang jauh, apa aku tambah menggemuk, apa karena aku yang belum mandi atau aku berbeda atau….

Dengan gugup aku mulai bertanya, Beda kenapa emangnya?. “Iya sekarang Aku mandangnya bukan lagi karena Cinta.” Jawabnya. Loh terus karena apa, dalam hati ku bergumam. “Sekarang Aku memandang kamu karena Sayang, bener ya kata orang-orang”.

Tambah penasaran aku kembali bertanya, Beda Cinta sama Sayang apa?.

“Ya beda, bener kata orang-orang yang sudah menjalani pernikahannya sekian lama. Kalau awal dulu karena Cinta lama-lama perasaannya meluas menjadi Rasa Sayang.”

Ah, Suamiku selalu mengajariku untuk mengucap syukur atas setiap yang ku punya saat ini. Cukup indah untuk mengawali tahun baru.

Terimakasih, 4 Januari 2017

 

 

#Hanya goresan dari seorang istri yang membekukan kisahnya bersama dengannya, mencoba menelaah dari setiap waktu yang berlalu dengan syukur dan do’a semoga Allah jaga hingga JannahNya.

Advertisements

2 thoughts on “Tahun Baru Manis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s