<img src="http://path-mkgapi.kakao.com/dn/path_classic/photos2/a4c0f4d7-c328-4d3b-8678-2833c0616f10/original.jpg" />
Ku datangi sebuah kubur, lalu ku tanyakan padanya 'Dimana para pembesar dan orang orang yang hina?'

Ku datangi sebuah kubur. Kubur para pemimpin dan rakyatnya. Kubur para tuan dan budaknya. Kuburan orang kaya dan miskin, lalu ku ganyakan padanya ‘Mana orang yang mulia dan orang yang hina?’

Semuanya terdiam membisu, mereka mati tanpa bisa memberi jawaban.

‘Wahai yang selalu meminta manusia yang telah berlalu, mengapa yidak mengambil pelajaran di masa lalu?’

Engkau nikmati pagi dan sore dalam kemegahan, lalu kau rusak keindahan itu. Apakah kau lihat perbedaan kuburan seorang pemimpin dengan kuburan lainnya?

Ia telah meninggalkan kerajaan, istana, tentara bahkan semua yang pernah ia miliki. Kini ia hanya berbalut sehelai kain untuk kemudian ditanam di tanah.

Engkau dilahirkan ibumu dalam keadaan menangis dan menjerit sementara manusia tertawa bahagia.

Maka berusahalah agar ketika hari keatianmu mereka menangis, sedangkan dirimu tersenyum bahagia.

(Dikutip dari ‘Malam Pertama di Alam Kubur’ Dr.Aidh Al-Qarni)

~Berbekallah, Zuhudlah, Jangan tertipu oleh dunia yang sementara.
View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s