Rumah Tangga Surga

image

Kuliah Dhuha, Ahad 291115.

Dr. Amir Faishol Fath (Juri Hafidz Cilik Indonesia) Masuk Surga bersama Keluarga

Siapa yang tak ingin dikumpulkan lagi bersama keluarga tersayang di Surga kelak. Sedekat apapun kita saat ini, yang menjamin kelak kita reuni kembali hanyalah iman. Maka berupayalah dan berbekallah jangan biarkan kita menyesal di saat tiada daya upaya kita merengguk buah nikmat atau siksa.

Begitu pun hakikat dari Nabi Adam As (Alaihissalam)ย  yang lebih dulu tinggal di surga dibanding bumi. Ada satu hal point penting setelah Nabi Adam As diturunkan ke bumi oleh Allah, yaitu tertanamnya rasa penyesalan yang teramat dalam diri Nabi Adam As karena telah melanggar perintah Allah dan akhirnya diturunkan ke Bumi. Penyesalan Nabi Adam As bukan sekedar penyesalan bahkan Nabi Adam As selama seribu tahun usianya tidak pernah berbuat dosa.

Adam dan Hawa yang menjadi sisi penting bagaimana peradaban manusia dimulai. Allah menciptakan hawa dari tulang rusuk Adam, maka disebutlah sebagai Hawa (karena ia tercipta dari Mahluk yang hidup).

Allah karuniakan rasa Cinta yang menggelora antara lawan jenis agar kehidupan manusia berkelanjutan. Maka disini Allah mengatur syariat sebagai aturan preventif agar manusia tidak menyimpang.

1. Dilarang Buka Aurat
Tanpa disadari keterbukaan wanita menggunakan pakaian membuat laki-laki muak melihat apa yang terpampang wanita dan membuat laki-laki lebih cenderung penasaran dengan sesama jenisnya. Hal ini lah yang memicu adanya homo seksual.

2. Diharamkan suami melihat wanita lain dan juga istri melihat lelaki lain
Banyak yang terjadi pasangan suami istri yang tidak menjaga pandangannya akhirnya melakukan CLBK atau TTM dengan teman lamanya meski mereka sama – sama telah menikah (Na’udzubillaah). Saling menjaga pandangan hanya suami dan istri lah yang menjadi pakaian dari masing masing kalian.

Maka pondasi keluarga amatlah penting, jadikan Rumah Tangga memiliki Tangga ke Surga.

1. Jadikan Rumahmu sebagai Taqwa
Inti dalam rumah tangga adalah Taqwa, saat ini banyak rumah tipe nya sebagai ring tinju : sedikit dikit piring pecah, panci dilempar kesana kemari. Atau bahkan rumah yang tipenya Hotel : hanya menyapa di saat ingin keluar rumah dan pulang ke rumah sebatas “Hello”

Mati bercermin dengan Rumah Tangga Rasulullah. Aisyah ra berkata “Sungguh, ketika Rasulullah bersamaku tidak melakukan pekerjaan apapun”
Di saat yang lain Rasulullah pernah menonton perayaan yang dilakukan para sahabat, dan Rasulullah menonton lewat jendela rumahnya dengan pipi Aisyah saling bersentuhan dengan Rasululloh. (Manisnyaaaa… ๐Ÿ™‚ )

2. Mawaddah Rahmah
Mawaddah Rahmah bagaikan 2 sayap burung yang membuat terbang, tidak dapat burung terbang dengan 1 sayap. Mawaddah adalah cinta yang menggelora sedangkan Rahmah adalah yang bekerjanya dalam bentuk kasih sayang. Karena cinta yang menggelora tidak dapat terpelihara dengan tanpa kasih sayang.

3. Sakinah
Sakinah adalah saat isteri berperan sebagai tempat berteduh. Maka sejauh apapun suami pergi maka rumah adalah tempat ia kembali. Jangan biarkan pembantu yang membuka pintu untuk suami, jangan biarkan anak lebih nyaman bercerita heart to heart kepada pembantu dibanding Ibu.

Pernah mendengar The richest animal in the world? Dimana Anjing memiliki rekening yang nilainya begitu besar. Di barat sedang trend bahwa anjing adalah teman setia, banyak lansia yang tak mendapatkan kasih sayang anak disebabkan oleh dulu orang tua tidak memperhatikan kasih sayang anak dengan intim, hanya sebatas pemenuhan materi. Sehingga banyak kasus di barat saat ini lansia meninggal hingga busuk di rumahnya sendiri tanpa diketahui oleh keluarga, dimana kasih sayang anak?

4. Pakaian
Isterimu adalah pakaian untuk suami. Fungsi pakaian sebagai
A. Pelindung (maka dilarang saling menyakitkan)

B. Perhiasan (maka peran suami isteri adalah saling menghiasi membuat sama -sama berpenampilan indah termasuk akhlaq)

C. Menutup Aurat (saling menutupi, dilarang saling menjelekkan)

5. As-Sholah
Setiap perjalanan hidup akan berhadapan dengan masalah, maka jika masalah datang janganlah bingung. Ambillah wudhu dan shalatlah bersama, Karena Allah adalah sebaik baiknya pemberi solusi.

6. Al-Musyawaroh
Libatkan keluarga, suami istri untuk saling komunikasi menentukan berbagai keputusan karena saling melibatkan adalah bentuk dari penghargaan.

Indahnya, jika kita punya Rumah Tangga yang Punya Tangga ke Surga ๐Ÿ™‚ yuk, berbekal dan kita amalkan. Semoga manfaat.

(Bekasi, Octaviana Wulandari 29/11/15)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s