Mudik

Merekam sedikit pesan sahabat mengenai sebuah perjalanan, hidup, mati dan tujuan.

A : Jangan jadikan air mata sia-sia hanya untuk perkara dunia yang sementara. Sedang, rencana Allah tentu akan lebih baik dari setiap apa yang kita rencanakan

R : Madep mantep melu gusti Allah

A : Saat ini banyak perkara datang silih berganti, sehingga butuh titik balik diri

R : Bukan titik balik, tapi butuh shalat dan sabar. Penyakit dunia itu hubbudunya bukan?

A : ya, penyakit wahn cinta dunia (hubbudunya) dan takut mati

R : Betul, Seandainya kita tau bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju pulang, tentu kita tak akan takut mati.

A : Karena sesungguhnya yang kita tuju adalah rumah abadi

R : itulah sejatinya “mudik” Adakah org yg bersedih hatinya ketika mudik?

A : Tidak, Namun perjalanan panjang akan sampai rumah itu yang seringkali mengiris hati

R : Jika kendaran, jalan, dan partner kita selama dlm perjalanan baik, kenapa mesti sedih?

A : Mungkin karena itulah sebab muara kesedihan itu datang.

Kemudian kami saling hening dalam angan masing-masing.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s