Jaringan Bisnis Syariah

CYMERA_20150407_052306[1]

Pemaparan mengenai jaringan bisnis syariah oleh Dr. H Mohammad Hidayat., MBA.,MH yang merupakan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) di Menara Citicon, Jakarta Sabtu lalu membuka mata dengan lebar, menyadarkan akan hati dan melegakan pikiran bahwa ada sebuah peluang bisnis syariah yang berjaring-jaring 😀 as well known as MLM syariah. Idih illfeel bisnis apa tuh, haram, berjenjang dan ga jelas. Banyak yang sukses bahkan keluar dari berbagai profesi sebagai pegawai tetap, PNS, Guru, Manajer Perusahaan, Vice President Bank dan sebagainya.

Bahkan berlelah dalam usaha jejaring ini yang telah banyak membantu orang lain untuk bangkit dan sukses bersama, ada yang kakak beradik 3 saudara yang semuanya berhasil mendapatkan mobil sama-sama. Ada anak SMA yang simple saja mempunyai mimpi mengajak orang tua pergi ke luar negeri gratis dan berhasil membawa orang tua pada pertemuan bisnis di luar negeri dengan gratis, Vietnam dan Jepang. Atau cita mulia seorang anak yang belum mampu sekedar memberangkatkan orang tua untuk umroh, kemudian pun mendapatkan citanya melalui bisnis ini.

Lantas apa benar ketika orang banyak melirik bisnis jaringan ini, bahkan di salah satu televisi pernah mengulas bahwa peluang bisnis jaringan ini menduduki peluang bisnis menjanjikan nomor 2 dari sekian peluang yang dapat menghasilkan uang. Wow

Sebagai muslim terlebih kita harus faham dan sadar apakah kita terlibat dalam bisnis yang baik, tidak melanggar aturanNya sehingga berkah hasilnya. Halal Produknya dan Syariah Bisnisnya. Syariah secara terminology adalah which concern all forms of practical action in the context of various forms man to man relationship (manifesting his faith and belief. Sedangkan secara Etimology Syariah adalah Ways (Jalan menuju kebaikan), Values (Nilai yang membawa kebahagiaan) dan Norms (Aturan agar tidak terbawa pada hal yang meugikan).

Jadi, pada dasarnya ada jaminan ketentraman dan kebaikan pada nilai syariah terhadap hal yang kita lakukan terlebih mengenai bisnis. Nah legalisasi syariah dalam Indonesia didapatkan melalui lembaga yang memiliki kewenangan untuk menilai dengan berbagai ketentuan yang sudah menjadi acuan yaitu Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Pak Hidayat menyampaikan mengapa Sertifikat syariah itu dibutuhkan setidaknya untuk

  1. Memperluas jaringan pemasaran
  2. Meyakinkan konsumen masyarakat
  3. Memperkuat budaya perusahaan
  4. Membangun pilar tata kelola perusahaan dengan baik
  5. Membangun manajemem dan distributor yang bermoral

Sertifikat syariah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dengan pertimbangan (1). Compliance with Sharia Regulation (2). Compliance with 12 Clausules of fatwa of sharia National Board of Council. For further information http://www.dsnmui.or.id/

Adapun pilar syariah adalah

  1. Justice
  2. Tidak melanggar prinsip keadilan
  3. Transparancy
  4. Accountability and Responsibility
  5. Halal transaction and Consumption
  6. Good manner and morals

Tentu prinsip syariah terbebas dari praktik money game dan kita harus dapat membedakan praktik bisnis syariah dengan money game. Money game di Indonesia lazim disebut Bisnis Penggandaan Uang. Money game adalah bisnis penggandaan uang melalui sistem piramida uang, yaitu pemberian bonus kepada anggota lama (upline) yang diperoleh dari uang anggota baru (downline) tanpa produk (barang) yang dijualbelikan kecuali sekadar kamuflase.

😀 berasa nulis jurnal ya. Karena sayang untuk sekedar disingkat, materi yang disampaikan semua itu penting. Intinya kita semua sudah faham bahwa apa yang dinamakan syariah akan membawa jiwa kita menjadi tenang, tak ada yang menghalau do’a dari dalam diri kita karena kita terbebas dari riba dan mengkonsumsi yang haram, sehingga pun darinya akan lahir pula penerus-penerus kita anak yang shalih shalihah. Aamiin 😀

Setelah dipelajari banyak aturan yang menjaga melalui Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia maka sudah dapat ditebak bahwa tidak mudah untuk bisnis jaringan dapat lolos dan mendapatkan sertifikat syariah di Indonesia, bahkan salah satu bisnis jaringan yang dimiliki oleh ulama besar di Indonesia sampai saat ini maish belum mendapatkan sertifikat syariah karena dipraktik bisnis masih ditemukan hal yang tidak sesuai aturah syariah. Namun TIENS telah mendapatkannnya, telah memenuhi prinsip syariah Halal Produknya dan Syariah Bisnisnya yang setiap 2 tahun sekali diaudit oleh  Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Maka tak ada ragu lagi untuk mulai berbisnis, jika di dalamnya terdapat kebaikan, jika di dalamnya tak melanggar aturanNya, Allah ridho rezeki pun berkah. Mau mulai bisnis syariah? Feel free to ask

Sabtu, 4 April 2015. | Menara Citicon Jakarta | Sukses Membangun Jaringan Bisnis Syariah 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s