Jodohku adalah imanku

image
My Pets, Bekasi

Everybody has their own special story, tetapi tidak berlebihan pula jika kita kembali mengingat suatu masa yang terdiri dari manusia pilihan yang cintaNya menanungi harinya, yang ketaatannya tak terbeli oleh apapun juga.

Betapa mereka adalah kaum pilihan yang kisahnya abadi tak seperti kisah sinetron yang banyak terbuai dengan dongeng semata. Ali bin Abi thalib dan Julaibib adalah 2 dari Sekian kisah cinta yang mengabadi, jodohku adalah imanku.

Bagaimana pengharapan dapat menjadi boomerang dan juga dapat memperkuat Iman. Terlebih Mengenai jodoh yang akan membersamai kehidupan kita kelak dunia maupun akherat

Ali bin Abi thalib yang pengharapan cinta nya tak diketahui oleh satu mahluk pun, bahkan Setan pun tak mampu menembus isi hati Ali seorang pemuda  yang menganggap dirinya sangat tidak sebanding oleh Abu bakar dan juga umar bin khattab yang juga sempat meminang putri Rasulullah dan kemudian ditolak.

Tetapi Allah mengiringinya, dengan kesabaran dan ketabahan Ali sampai diakhiri dengan keberanian untuk melamar putri kesayangan Rasulullah, ternyata dialah yang Rasulullah pilih dengan cukup mengatakan “Ahlan Wa sahlan ya Ali”

Jualibib, sahabat Rasulullah yang tak banyak dikenal orang. Rupa yang tidak begitu menawan, harta yang tiada ia punya tetapi Rasulullah menyebutnya sebagai teman akherat. Jualibib membujang hingga menua, sampai suatu saat Rasulullah menawarinya untuk mencarikan jodoh untuknya. Sontak Jualibib bertanya “Apa aku tidak cukup layak untuk dijadikan suami ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab tentu layak di hadapan Allah.

Sampai suatu ketika ada seorang anshor datang menghampiri Rasulullah untuk menawarkan putrinya. Rasulullah langsung menjawab “aku terima kedatangan kalian dan aku akan melamarnya” Bahagia menyelimuti keluarga anshor karena putrinya akan dipinang oleh Rasulullah. Dengan setengah percaya ditanya kembali oleh ayah dari seorang putri “ya Rasulullah betul ingin meminang putri kami?” Rasulullah menjawab ‘tidak, tetapi sahabatku bernama Jualibib’ sang ayah pun kecewa dan pulang hendak berdiskusi dengan istrinya

Akhirnya setelah bertemu Rasulullah Jualibib dengan paras tak menawan dengan harta yang ia juga tak punya menikah saat lama membujang di saat tua  dengan gadis yang datang kepada Rasulullah. Tak lama setelah menikah Jualibib menyertai perang bersama Rasulullah, setelah menikah Jualibib menyertai perang bersama Rasulullah.

Setelah berperang maka banyak yang gugur di Medan jihad, Rasulullah bertanya “Adakah yang kehilangan fulan bin fulan?” semua sahabat terdiam sampai ditanya 3 Kali “Adakah yang kehilangan fulan bin fulan? Sesungguhnya aku kehilangan Jualibib” setelah dicari kembali ternyata Jualibib berada di tengah kaum kafir yang gugur berjumlah 7 orang. Kemudian Rasulullah berkata “sesungguhnya Jualibib telah menyerang 7 kaum kafir, hingga ia mati sesungguhnya mereka bertujuh sedangkan Jualibib sendirian, sesungguhnya mereka berada di neraka, sedangkan Jualibib berada di Barisanku” seketika itu langsung Rasulullah yang membopong Jualibib dan juga Rasulullah turun untuk menguburkan Jualibib sambil berkata kembali “sesungguhnya Jualibib adalah teman akherat”

Kisah cinta yang tidak biasa ketika jodohku adalah imanku. Bagaimana sebuah penantian menjadi sangat manis tiada duka menyertai tiada pula gundah menghantui.

Ia yang sosoknya selalu dirindukan dalam do’a, ia yang misteri sampai saatnya di waktu terbaikNya Allah akan turunkan dan mempersatukan dalam naungan cintaNya.

Namun, kisah apa yang kita pilih? Kisah mulia dalam kesabaran dan tawakkal kepada Allah atau kisah yang penuh ketidak-Ridhoan Allah.

Karena menanti adalah sebuah seni, dan sebaik baiknya seni adalah berjuang dan berlelah dalam jalan Allah.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s