Tunanetra dengan mata cahaya Qur’an

Dengannya kita dapat melihat ribuan keindahan

Katanya kita mudah banyak mengucap syukur

Anggapannya anugerah termahal dari-Nya

Dialah mata

Sepasang bola mata yang menyempurnakan penciptaan struktur fungsi tubuh kita. Tapi adakah syukur menyertai ketika Allah telah memberikan kesempurnaan? Optimalkah kita menggunakannya? Terutama untuk sekedar bermunajahah kepada-Nya. Rabb yang memiliki keseluruhan dari hidup kita.

Berbicara mengenai mata, fungsi dan keberadaannya. Siang ini rasanya mata ini basah dengan guyuran rintihan air mata perih yang menyayat hati ketika melihat sosok Ustadz Tunanetra bernama Furqon yang di matanya yang tak dapat melihat terpancar cahaya Qur’an.

Matanya seakan melihat dengan sungguh-sungguh, jarinya dengan sigap meraba lembaran kertas panjang dan lebar dan kepala tertunduk menghayati apa yang disenandungkannya. Al-Qur’an!

Suara merdunya menyenandungkan firman-Nya yang begitu indah, padahal matanya tak kunjung terbuka.

Langkah kakinya ragu melangkah tapi mudah saja baginya untuk berangkat ke Masjid Shalat berjama’ah.

Genggaman tangannya dengan pasti menggenggam uang untuk disedekahkan padahal tidak selalu pasti ia akan memilikinya untuk sekedar mencukupi kebutuhan kesehariannya.

Ya Rabb dengan segala kekurangan beliau, beliau mampu mengoptimalkan seluruh kemahatakberdayaan sebagai hamba-Mu. Sedangkan kami?

Yang jalan tak perlu dituntun, sangat sulit untuk menggerakkan langkah ke Masjid. Mata kami terbuka lebar dengan mudah melihat, tapi tak jua menyenandungkan memperlajari dan mengamalkan firman-Mu. Tapi beliau yang menyebut dirinya dzalim bila tidak kholas dalam ODOJ (One Day One Juz) nya.

Dan kembali lagi melalui lisannya, beliau menyampaikan firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan BUTA.

Dia berkata “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan BUTA, padahal dahulu aku dapat melihat?”.

Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami dan kamu mengabaikannya jadi begitu pula pada hari ini kamu diabaikan.”

(Thaha : 125-126)

Beliau  menambahkan, bagaimana sedihnya seorang hamba yang ditakdirkan untuk buta di akherat yang mana kehidupan sesungguhnya dibanndingkan di dunia yang fana ini? Sungguh berapa kali merasa tertampar dari setiap pesan yang dipaparkan hafidzahulloh ini 😦

Belum lagi berbicara mengenai kemudahan dari kebanyakan kita yang diberikan “kesempurnaan”. Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Ragukan? Beliau memaparkan, dengan cukup 50.000 rupiah, kita dengan mudah membeli Al-Qur’an atau bahkan ketika tidak mampu membeli kita sudah dapat membaca di masjid-masjid yang notabene sudah menyediakan Al-Qur’an untuk dibaca, tetapi Al-Qur’an khusus untuk kami (tunanetra) dengan mendapatkan 30 juz harus menyiapkan uang sebanyak 1,8 juta rupiah.

Selain shohibul qur’an dan ahli shodaqoh ini beliau adalah orang yang sabar, bahkan bi’idznillah selama 12 tahun menunggu mendapatkan keturunan akhirnya Ustadz Furqon mendapatkan putra pertamanya di tahun 2014 ini. Ketika ditanya kembali apa yang menjadi kekuatan Furqon istiqomah di jalan ini beliau mengutip hadits Bukhori

“Sesungguhnya Allah ‘Azzawajalla berfirman: “Jikalau Aku memberi cobaan kepada hambaKu dengan melenyapkan kedua matanya -yakni menjadi buta, kemudian ia bersabar, maka untuknya akan Kuberi ganti syurga karena kehilangan keduanya yakni kedua matanya itu.” (Riwayat Bukhari)

 

Jadi siapakah yang buta sesungguhnya? Kita dengan segala kelalaiannya tak membaca apa yang menjadi tuntunan-Nya atau tunanetra dengan mata cahaya Al-Qur’an ini?

 *Sebagai pengingat untuk diri pribadi, Oct.W dalam segala kelemahannya*

 

Mengenal lebih dekat, Ustadz Furqon

 

Advertisements

5 thoughts on “Tunanetra dengan mata cahaya Qur’an”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s