Surat Senja

Senja di kala itu terlihat lebih segar saat pak pos datang menghampiri. Dengan klakson dan salamnya yang khas, dipanggilnyalah penghuni rumah Surat.

Bukan karena aku akan mendapatkan surat, tapi karena surat yang ku kirimkan via pos untuk adikku sampai.

Iya,itu adalah kali pertama aku mengirimkan surat untuk adikku,via pos! Walaupun suratan cinta kasih sayang kami berdua sudah sering tersampaikan dengan kata maupun fisik setiap harinya. Namun, mencurahkan dengan tulisan membuatnya terasa berbeda ๐Ÿ™‚

Aku pun segera menuju ke lantai dua,ketika adik membuka surat yang tidak terdapat keterangan darimana dan dari siapa surat itu ๐Ÿ˜†

Ketika 1 jam berlalu aku kembali ke lantai bawah,dan berakting tidak tahu apa-apa aku menghampiri adikku di kamar. Dengan tanpa banyak kata adikku memelukku dan menangis. Moment terlangka melihatnya ia menangis ๐Ÿ™‚ karena ia begitu tegas, tak mudah haru bin galak ga seperti kakaknya.

Dengan isak tangis dalam pelukan, ia berbisik Makasih ya mbak. ๐Ÿ™‚

Dan perasaan senang adikku pun dapat juga ku rasakan,karena bersamaan dengan sampainya surat untuk adikku surat untukku pun datang. Surat untuk spongebob.

image

Advertisements

6 thoughts on “Surat Senja”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s