Hujan Rumah Tua

raining

Januari 2014, No day without raining. Terutama 13-14 adalah hari terhujani dimana hujan tak ada jeda bahkan semenitpun khususon in here –bekasi–.

Allahumma shoyyiban nafi’an

Ku haturkan do’a di setiap hujan kembali menderas, volume yang turun lebih banyak dan suara riuh ramai yang menguasai bumi. Ah indahnya gumamku pada alam yang menjelma sendu. Jam demi jam berlalu, alam pun semakin gelap dan disana hujan masih setia menyertai. Ada yang berbeda, di luar sana tak biasanya ada air yang mengalir lewat. Tak biasanya motor berulang kali mengaung, karena mesin soak kemasukan air. Tak biasanya juga berita tv kembali menyorot berita kelebihan air di sebagian besar wilayah Indonesia.

Ah 😦 rupanya aku baru sadar, riuh gemericik hujan yang ku suka ini tak selalu menyenangkan untuk orang lain.

Bagaimana yang tinggal di hamparan lorong? Menyelinap di antara tanah tak bermilik?

Bagaimana dengan yang tinggal di samping kali yang tiap tahunnya meluap tak terbayangkan.

Mereka tentu sedih, repot, dan bingung bagaimana untuk sekedar menyelamatkan rumah tuanya.

Dan ternyata pikiranku terlalu jauh memikirkan mereka disela asyiku melagukan surat cinta-Nya di kamar ba’da maghrib, berlomba dengan kodok yang bernyanyi di luar sana. Sekedar beristirahat sejenak ku tutup Al-Qur’an ku dan baru ku sadar lantai telah tergenang air. Ah apa yang ku renungkan tadi ternyata berlaku juga untuk ku.

Bukan karena atap yang bocor, tapi air yang masuk dari kamarku adalah rembesan dari tembok yang tepat di belakang kamarku adalah kebon yang dihuni katak dan seringkali banjir ketika hujan berlebihan datang.

Saat itulah, aku ber-empati dengan apa yang ku renungkan tadi. Ternyata rumah ini sudah cukup tua dan punya problema yang sama ketika hujan datang air tergenang.

Namun yakinlah, akan ada pelangi seusai hujan berlalu. 🙂

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (Al-a’raf : 58)

How’s your raining there?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s