Pecah

Di suatu hari tepat pada ba’da maghrib, terdengar suara beling terpecah belah di ruang tengah rumah. Tanpa pikir panjang yang kala itu aku masih di hamparan sajadah, seketika berlari menuju sumber suara. Syukurlah hanya piring bertumpuk yang pecah, dan tak melukai seorang pun karenanya. Ya, Ibu yang memecahkan sedang merapikan piring dan tak sengaja nampannya jatuh dan akhirnya pecah. Tak kalah panik si mas yang dari lantai atas berlari dan memanggil namaku – beliau mengira aku terjatuh. Sesaat setelah mas menghampiri

Ibu : Nanti ada apa ya ini? Coba sms adekmu suruh pulang aja.

Adek saat itu sedang di kosan di Depok. Aku langsung menyahut “Ibu mah perasaan terus, udah gak ada apa-apa tenang..” sambil sibuk mengambil pecahan piring.

Mas : Bukan nanti ada apa, tapi Ibu yang kenapa sampai bisa pecah begitu piringnya.

Ibu : Ohiya ini pegangan nampannya patah, karena piring yang Ibu bawa terlalu banyak jadi jatuh semua.

——3——

Ah, entah mengapa dari pernyataan singkat mas itu aku langsung terpikir banyak hal. Banyak makna yang terurai saat aku mengulang kembali pernyataannya.

Terkadang kita sibuk menerka apa yang akan terjadi, nanti bagaimana, akan terjadi apa. Sedangkan untuk sekedar memuhasabah keadaan kita saat ini saja kita tak memiliki waktu. Padahal masa depan itu misteri tapi untuk memikirkannya sekedar berangan waktu kita banyak habis karena sianya.

Kenapa adalah satu kata kerja yang membuat kita berpikir apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki. Hal ini sama persis dengan keadaan dimana kita sangat merasa sulit akan takdirNya. Yang terjadi saat ini adalah tentu akibat dari lampau, janganlah sibuk akan terjadi apa tapi mengapa ini terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s