Deras Kasih

Tepat di kala sore itu, rabu 27313 langit mendung menghampiri Surabaya. Setelah baru saja beberapa hari ini alam Surabaya kembali pada hakikatnya panaas sekali. Tapi sore ini terlihat beda, mendung rupanya rindu untuk mengguyur kembali jalanan kami.

Love Raining

Gazebo

Di gazebo rektorat aku berdiam diri menunggu kehadiran adik-adik, langit mendung menghitam kemudian mengguyur dari rintik hingga deras. Tapi, belum satupun dari mereka datang. Tak lama, ada seorang laki-laki paruh baya juga mendekati gazebo, memarkir sepeda motornya di tempat teduh agar tidak kehujanan kemudian singgah di gazebo. Di gazebo tepat di samping gazebo yang q singgahi bapak itu duduk dan berteduh. Aku masih asik dengan mushaf tak pedulikan kehadiran bapak itu. Pikirku, mungkin bapak itu hanya menunggu hujan reda kemudian akan melanjutkan perjalanannya. Tetapi begitu lama, walau seketika hujan agak reda bapak itu tetap singgah di gazebo dengan terus sibuk dengan handphone nya.


Kehadiran

Lima belas menit berlalu, ada sosok ibu yang datang menghampiri gazebo kami. Dengan mencincing celananya dan mengangkat tasnya untuk sekedar menghalau rintik hujan agar tidak membasahi kepalanya, ibu tersebut dengan berlari dan seketika langsung berbicara kepada sosok bapak itu “kok ga bawa mobil sih?” protesnya. Ternyata bapak itu adalah seorang suami yang sedang menunggu istrinya, pikirku. Apa yang bapak itu katakana setelah ibu itu protes?. Tidak satu katapun terlontar dari bapak itu, aku memerhatikannya ia hanya tersenyum tulus kepada istrinya. Tampak jelas raut muka si ibu menggambarkan kekecewaan, mungkin ia kesal dengan si suami yang menjemputnya di saat hujan tapi tidak dengan mobil yang bisa melindunginya dari basah kehujanan.

Plastik merah

Sesampainya ibu di gazebo dan protesnya tadi ibu tersebut tidak memilih duduk di sebelah suaminya yang telah menunggunya sejak lama, namun terlihat ibu tersebut duduk saling membelakangi si bapak. Sempat ku berpikir itu bukan pasangan suami istri. Tetapi, lama keadaan tersebut berlangsung dan diam tanpa kata. Bapak tadi dengan senyumnya mengeluarkan plastic merah dari tasnya. Meminta ibu untuk memberikan tas jinjingnya daaan apa yang bapak itu lakukan?..Bapak itu memasukan tas jinjing ibu ke dalam plastic merah besar, memastikan plastic tersebut tertutup rapat agar tas jinjing ibu tidak basah kehujanan kemudian menuju motor untuk segera pulang. Ibu itu dengan berat hati masih pada raut wajah yang sama terpaksa berjalan menghampiri suaminya yang sudah menggiring motor untuk pulang.

————————————3——————————–

Kala mendung rintik dan hujan, aku merenung dari sebuah arti kesetiaan. Memahami adalah kunci kebahagiaan, tapi ia tak semudah kata terucap. Suami itu jauh dari peraduannya rela berhujan mungkin pulang dari kantornya untuk menjemput sang istri. Tapi, istri menuntut karena mungkin tidak sesuai dengan harapannya kala itu. Tapi masih dengan sabar sang suami melempar senyum dan memastikan semua akan tetap berjalan dengan baik dan aman ketika harus pulang menerjang hujan hanya dengan kendaraan bermotor.

Begitu banyak yang harus dipelajari untuk sekedar dapat memahami. Ketika kini kau dengan mudahnya obral kesetiaan, cinta dan sayang. Itu semua hanya semu sebelum benar kau katakana janji suci dihadapanNya. Kelak, kau akan menyadari bahtera rumah tangga yang berat ketika landasan yang utama tidak dimiliki diantaranya. Belajar dari hujan, sore ini menghantarkanku pada arti kesetiaan.

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istri suaminya dari malaikat Hur Al-‘Ain berkata ‘Jangan engkau sakiti dia, semoga Allah membinasakanmu. Ia (suami) adalah orang yang lemah yang hampir saja menceraikanmu dan bersatu denganku’”. (HR. Ahmad)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s