Purnama

  Seindah purnama menantinya, dalam diam menafsirkan arti penantian 

Merasuk ke dalam bagai duri yang menghujam namun tetap yakin akan indah pada waktu yang dipersiapkan oleh Nya. Banyak hati walau raga pure terjaga namun hati ini sudah melebur banyak cinta. Entah kepada siapa pelabuhan terakhir kan q sembahkan.
Lama rasanya tak berbicara mengenai C.I.N.T.A , cinta kepadanya insan yang akan menemani hidup selama jantung masih berdetak, selama darah masih mengalir dan dalam peraduan hamparan sajadah bersama mencintaiNya.
Sungguh indah
Namun ialah manusia yang terkadang lemah, diamnya tak berarti ketenangan melainkan kegelisahan diri menantikan seorang yang dicinta dan tentu mencintainya. Itulah fitrah yang diberikan oleh Rabb yang Maha Memiliki cinta  . Yang dengan kita menjaganya tentu kita kan dapat mulia, namun jika kita salah menyambutnya maka disana kita kan dijauhkan oleh Nya. Ya Rabb maka disanalah banyak alasan tuk kami terus mengadu padaMu untuk senantiasa dijaga hati kami dalam kegelisahan.
Ya muqollibal qulb, tsabbit qolbi ‘alaa diinik wa ‘ala tho ‘atiq.
 
Kepadanya yang sering ku rindukan, kepadanya yang q simpan rasa kagum mendalam
 
Entah mengapa, inilah cinta yang tak pernah mengerti sebab musabab kehadirannya
 
Mungkin engkau pernah tahu, atau ku harap kau takkan pernah tahu
 
Karena bagiku rasa ini hanyalah sementara, 
 
Sementara… dan Sementara itu yang sering ku yakinkan dalam diri
 
untuk sekedar menjaga, menjaga akan kesucian cinta
 
Kepadanya, yang masih dirahasiakan
 
Untuk dapat menghantarkan ku ke Surga bersamanya….
ana zahidah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s