Ketegasan Hukum = Upaya Ketahanan Pangan Indonesia

Jati Diri Pertanian Indonesia sebagai Solusi Memperbaiki Kondisi Ketahanan Pangan

Pangan merupakan butsarman (kebutuhan dasar manusia) suatu bangsa. Tentunya setiap negara memahami betul akan urgensi dalam memenuhi kebutuhan pangan di negaranya. Hal ini yang dinamakan dengan ketahanan pangan. Suatu upaya yang dilakukan negara untuk memenuhi kebutuhan pangan secara kualitas maupun kuantitas, sehingga terwujudnya keamanan pangan (food safety) dan ketersediaan pangan cukup (food availibility). Namun dalam proses upayanya tidak sedikit negara yang mengalami kesulitan untuk mencapai kondisi ketahanan pangan walaupun negara tersebut memiliki sumber daya alam yang memadai dan  keadaan ekonomi yang baik sebagai contoh adalah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya manajemen dan strategi dalam mencapai harga ketahanan pangan yang stabil karena menurut Food Security ratio dari beras 2008 Indonesia memiliki kurang dari 20% ketahanan pangan yang berarti menunjukkan kondisi yang sangat kritis, sedangkan Thailand dan Brunei berturut-turut adlah 60% dan 53%. Perlu adanya kajian mendalam mengenai sebab mengapa ketahanan pangan Indonesia masih sangat rendah yang kemudian dapat dicari strategi yang tepat sebagai solusinya. Berdasarkan analisis kondisi Indonesia yang notabene memiliki sumber daya alam yang melimpah dengan basic negara tropis agraris sungguh disayangkan jika ketahanan pangan tidak dapat diupayakan seoptimal mungkin. Masih seringnya pemerintah memenuhi kebutuhan penduduk berdasarkan impor yang padahal dengan upaya memenuhi dari dalam negeri masih dimungkinkan. Perubahan lingkungan strategis secara domestik dan internasional juga merupakan hambatan tidak terpenuhinya ketahanan pangan di Indonesia. Lingkungan strategi domestik yang menjadi kendala adalah konversi lahan produktif ke non pertanian, degradasi lingkungan akibat eksploitasi lingkungan hingga gaya hidup serba instant. Sedangkan kondisi internasional yang juga merupakan sumbangsih hambatan ketahanan pangan dalam negeri adalah keadaan internasional yang meliputi Globalisasi ekonomi dan perdagangan yang menuntut orientasi terhadap keuntungan pihak asing dengan komoditi impor sebagai contoh Jawa dan Bali, Revolusi 3T yaitu Transportasi, Telekomunikasi dan Tourisme yang mengarah pada penggunaan teknologi dengan produktvitas secara instant yang terkadang tidak mengindahkan hasil pertanian.

Berdasarkan fakta yang telah disebutkan dapat ditetapkan bahwa strategi yang paling tepat dalam hal ini tidak lain adalah Ketegasan Hukum sebagai upaya pengembalian Jati Diri Pertanian Indonesia. Dengan kerjasama berbagai sektor seperti hukum, pertanian, perdagangan, bulog dll dapat dilakukan inisiasi perbaikan ketahanan pangan secara optimal dengan dasar hukum yang jelas. Ketegasan hukum menjadi hal yang mutlak diperlukan untuk mengatur suatu sistem agar dapat mewujudkan tujuan yang hendak dicapai, dalam hal ini adalah ketahanan pangan. Kesadaran hukum di berbagai sektor dengan orientasi perbaikan ketahanan pangan Indonesia harus segera diimplementasikan, sebagai contoh adalah upaya memperkecil kesempatan komoditi impor dengan meningkatkan upaya produksi dalam negeri dengan pemberdayaan petani Indonesia berdasarkan teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan sepert upaya intensifikasi, rehabilitasi, diversifikasi ataupun lainnya. Kontinuias kerjasama dan koodinasi lintas sektor secara menyeluruh dengan hukum yang mengatur akan senantiasa memperbaiki dan menjaga ketahanan pangan yang stabil.

Sumber :
My super Brain and Mr. Anis CA’s Handout Subsitem Produksi Pangan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s